Green Dakwah Ekotheologi Thema Yang Diangkat Prodi Manajemen Dakwah dan HMPS Dalam Seminar Internasional

Green Dakwah Ekotheologi Thema Yang Diangkat Prodi Manajemen Dakwah dan HMPS Dalam Seminar Internasional

Panyabungan – Rabu, 9 Juli 2025. Prodi Manajemen Dakwah dan HMPS MD melaksanakan seminar internasional dengan thema Green Dakwah: Peran Dakwah Dalam Menjawab Krisis Iklim Global. Pemateri Muslihun Nasir Lc, MA Akademisi dari Universitas Malaya, Prof Dr. Ansari Yamamah MA Guru Besar dari UIN Sumatera Utara Medan, dan dari MUI Pusat Dr. Canra Kirana Jaya yang juga Dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Adapun panitianya Susanti Hasibuan MA sebagai Ketua, dan Elismayanti Rambe sebagai Sekretaris. Kegiatan yang dilaksanakan dengan menggunakan fasilitas zoom meeting, pada hari rabu pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai.

Dalam sambutannya, Ketua Prodi Manajemen Dakwah STAIN Madina Dr.Datuk Imam Marzuki, M.A, menyampaikan bahwa kegiatan ini hasil dari diskusi teman-teman prodi, yaitu untuk menjawab tantangan global defenisi Dakwah bukan sekedar menyampaikan pesan-pesan kebaikan. Ia juga harus dilihat dari perspektif yang lebih luas. Kata Dakwah dalam QS. Annahl:125 Mengajak ke Jalan Rabb dengan “Hikmah”, defenisi ini bisa menjadi luas, bisa dengan kebijaksanaan dan bisa juga Kebijakan. Maka sedari dini kita sebagai pemimpin untuk mengelola bumi untuk terus merawatnya. Selanjutnya, Kepedulian terhadap lingkungan hidup dalam konteks Teoekologi Islam. Menteri Agama juga telah menerapkan ini bagi para PPPK yang lulus tahun 2024 kemarin. Masing-masing  dari peserta yang lulus PPPK menanam pohon disekitaran kantor tempat mereka berkerja.

Begitu juga  Ketua HMPS Manajemen Dakwah yaitu Khoirun Rambe, dalam sambutannya kegiatan yang baik ini bisa memberikan kontribusi untuk daerah Mandailing Natal. Yang daerah ini merupakan dikelilingi pegununungan. Banyak sumber daya alam, seperti biji emas dan lainnya. Diharapkan bisa menjadi masukan bagi pemerintah dan masyarakat agar mengelola tambang emas dengan cara berahlak kepada lingkungan. Gunanya untuk menghindari bencana akibat tidak merawat lingkungan.

Pemateri Prof Dr. Ansari Yamamah membawa thema, Tanggung Jawab Ilmiah Dan Spiritual:  Dakwah Ecotheology Sebagai Solusi  Kriris Lingkungan Di Indonesia. Perusakan area lingkungan alam yang luas akibat aktivitas manusia. Ekosida adalah perusakan atau kerusakan lingkungan yang meluas akibat tindakan manusia, seringkali dengan kesadaran bahwa tindakan tersebut akan menyebabkan kerusakan serius, meluas, atau berkelanjutan. Definisi ini menekankan perusakan ekosistem secara masif dan sistematis, yang berdampak pada fungsi ekologis, sosial, dan budaya.

Merujuk pada metode produksi yang ramah lingkungan atau berkelanjutan. yang meminimalkan dampak lingkungan dan mendorong keberlanjutan. Ini mencakup keseluruhan proses produksi, mulai dari pengadaan bahan baku hingga manufaktur dan distribusi, dengan fokus pada pengurangan limbah, polusi, dan konsumsi sumber daya. Selanjutnya ada 4 Prinsip Ecoproduction. Pertama, Penggunaan Sumber Daya Yang Efisien, kedua, Minimisasi Dampak Lingkungan, ketiga, Penggunaan Energi Ramah Lingkungan, keempat Keterlibatan Masyarakat

Selanjutnya pemateri dari Malaya, Muslihun Nasir Lc, MA menyampaikan perbandingan kepedulian lingkungan masyarakat Indonesia dengan Malaysia. Ambil contoh masyarakat Malaysia menjaga kebersihan sungai hingga bisa terlihat indah dipandang mata. Ketika beliau berkunjung ke Kota Medan melihat sungai nya yang menghitam seakan tidak terawat dan dijaga oleh masyarakat dan pemimpin daerah tersebut. Ini juga bukti bahwa Dakwah hanya sekedar billisan tidak menyentuh yang namanya kepedulian lingkungan (Green Dakwah).

Begitu juga Dr, Canra Jaya Kirana MA, menyampaikan thema Green Collabs adalah acara kolaboratif yang berfokus pada keberlanjutan dan ekonomi hijau. kebijakan ramah lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik, mengelola sampah, dan memanfaatkan energi bersih. Pendidikan lingkungan juga terintegrasi ke dalam kurikulum dan penelitian. Gaya hidup ramah lingkungan selaras dengan nilai-nilai Islam, yang menekankan tanggung jawab untuk melindungi alam, menghindari pemborosan, dan menerapkan kesederhanaan. Dengan meminimalkan limbah, menghemat energi, dan memanfaatkan sumber daya secara bijaksana, kita berkontribusi pada pelestarian lingkungan sekaligus menjunjung tinggi kehidupan yang dipandu oleh prinsip-prinsip yang bermakna dan positif. (M)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *